October 17, 2017

AC NYAMAN DAN HEMAT ENERGI? YA DAIKIN AJA!



Siapa sih yang nggak kenal AC Daikin? Air Conditioner kekinian mahakarya Daikin Industries, Ltd. Jepang yang berdiri sejak tahun 1924 ini ternyata telah digunakan di 140 negara. Jumlah dan jam terbang yang sangat fantastis, sehingga tidak diragukan lagi bahwa perusahaan penghasil AC Daikin ini disebut sebagai perusahaan AC terbesar dan satu-satunya produsen AC yang terintegrasi di dunia.

Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Sebagai perusahaan yang menerima banyak penghargaan, pasti produk yang dihasilkan pun sangat berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan berbagai macam variasi produk AC Daikin yang selain menjunjung tinggi performa, juga patut diacungi jempol karena berhasil menyuguhkan faktor kenyamanan dan pendukung gerakan hemat energi.


 


Mengapa AC Daikin disebut-sebut sebagai AC Nyaman dan AC Hemat Energi? Penasaran kan? Yuk, kita lihat alasannya!



Tidak seperti kebanyakan pendingin ruangan, AC Daikin memiliki rentang suhu yang cukup jauh yakni -35oC sampai 80oC. Dengan begitu, banyak sekali hal yang dapat dilakukan oleh AC Daikin. Mulai dari pemanfaatannya sebagai freezer hingga hot water supply. Sangat praktis dan menguntungkan bukan?



Mau rumah, apartemen, atau kantor? Tenang, AC Daikin mampu menjangkau seluas apapun ruangan tersebut. Hal ini dikarenakan AC Daikin ini memiliki rentang area dari 10 m2 sampai meter tak hingga yang artinya dapat mendinginkan seluruh kota. Secara tidak langsung efek pemanasan global pun dapat dikurangi berkat adanya AC Daikin.




Apakah tinggal di gurun atapun di kutub utara? Solusinya hanya satu, yaitu AC Daikin. Bagaimana tidak? Dengan rentang suhu yang sangat jauh, AC Daikin mampu memberikan kenyamanan terhadap penggunanya pada iklim yang sangat ekstrem. Hanya dengan mengatur suhu rendah jika iklim luar panas dan juga sebaliknya, mengatur suhu tinggi untuk iklim luar yang dingin. Maka aktivitas di dalam ruangan pun tidak akan terganggu oleh kondisi iklim luar yang ekstrem sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan rasa nyaman.



Keunggulan dari suatu produk tentunya dilihat dari fitur. Demikian pula dengan AC Daikin yang memiliki fitur canggih. Pertama adalah fitur pengatur kelembaban sehingga kondisi ruangan tidak terlalu basah atapun kering. Selanjutnya adalah fitur pemurnian udara yang menyebabkan udara dalam ruangan tetap segar. Ada pula fitur pendeteksi manusia sehingga menghasilkan AC hemat energi karena hanya menyala jika ada manusia. Untuk pemeliharaan, terdapat fitur auto filter cleaning dan remote monitoring sehingga AC Daikin tetap awet dan terus beroperasi secara maksimal.




AC Hemat Energi ini memiliki sistem ducted maupun ductless. Sehingga dapat diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan, akankah digunakan secara bersama-sama dengan saling menyambungkan AC satu sama lain ataukah digunakan sendiri.




Performa yang dihasilkan AC Daikin pun relatif stabil sehingga dapat mendinginkan ruangan secara cepat dan mampu menghemat konsumsi energi hingga 50%. Sungguh pantas dilabeli sebagai AC Hemat Energi bukan?

Nah, sudah tahu kan alasan tersembunyi mengapa AC Daikin nyaman dan hemat energi? Disamping produsen yang berkelas, produknya pun berkualitas. Tentu tidak diragukan lagi bahwa AC Daikin patut dijadikan opsi pertama untuk kondisi Nyaman dan gaya hidup Hemat Energi. Ayo tunggu apalagi. Miliki AC Daikin, AC Nyaman Hemat Energi. Kalau AC, Ya Daikin aja!



October 5, 2017

MAU SEHAT DAN CERDAS? YUK, MAKAN AYAM DAN TELUR!



Hayo siapa yang suka makan ayam dan telur? Hampir semua orang pasti suka. Jika pertanyaannya seberapa sering mengonsumsi telur? Jawabannya pasti seringlah, kan telur dan ayam mudah diperoleh sehingga tidak ada alasan untuk jarang mengonsumsi ayam maupun telur. Namun faktanya, konsumsi ayam dan telur dalam satu minggu ternyata masih sangat kurang di Indonesia.

Berdasarkan hasil data statistik pemerintah kota Jakarta serta hasil wawancara wartawan RCTI dengan tukang ojek, dapat disimpulkan bahwa konsumsi telur dan ayam yang notabenenya baik untuk kesehatan pun terkalahkan oleh sebungkus rokok. Hal ini membuktikan bahwa mayoritas warga Indonesia rela membeli sumber penyakit berupa tiga batang rokok perharinya daripada membeli satu butir telur maupun ayam. Sungguh miris bukan?

Fakta tersebut ternyata hanyalah satu dari fakta lain mengenai keengganan masyarakat dalam mengonsumsi telur maupun ayam. Berdasarkan survei pribadi yang melibatkan 25 koresponden didapatkan lima alasan minimnya konsumsi telur dan ayam. Peringkat teratas adalah harga yang relatif mahal disusul dengan beredarnya isu ayam yang disuntik hormon. Alasan lain adalah takutnya masyarakat akan meningkatnya kolestrol serta efek gatal yang ditimbulkan setelah mengonsumsi ayam maupun telur. Untuk urutan terakhir terdapat pada opsi lain-lain yang berisi tentang selera konsumen serta diet. Berikut ini adalah penjelasannya masing-masing.






Harga ayam maupun telur yang relatif mahal nyatanya hanya sebuah opini publik yang kurang tepat. Jika dibandingkan dengan sumber protein lain, hasil kalkulasi biayanya jauh lebih murah telur yang disusul dengan daging ayam dengan harga masing-masing Rp 144,00/gram dan Rp 162,00/gram. Tentu dengan harga tersebut kandungan protein yang didapat pun juga relatif tinggi sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi. Jadi, tidak ada alasan lagi bahwa ayam dan telur merupakan bahan pokok yang mahal.




Sedangkan ketakutan masyarakat mengenai daging ayam yang disuntik hormon rupanya hanya sebuah isu belaka. Perlu diketahui, harga satu dosis suntik hormon itu adalah 5 USD. Jika dikonversikan dalam rupiah maka nilainya sekitar Rp 60.000,00. Sedangkan harga ayam di pasaran hanya Rp 20.000,00. Jika dinalar tentu peternak akan rugi jika menjual ayam yang disuntik hormon dengan harga tersebut. Satu hal lagi, ukuran ayam yang cenderung bongsor tersebut merupakan hasil dari persilangan selama berpuluh-puluh tahun sehingga menghasilkan bibit unggul. Sama halnya dengan kelapa hibrida, jagung hibrida, dan tanaman unggul lainnya. Jadi tidak perlu khawatir lagi tentang isu ayam yang disuntik hormon pertumbuhan.



Selanjutnya adalah isu mengenai kolestrol. Kolestrol merupakan lemak jenuh yang terkandung dalam suatu makanan. Faktanya lemak jenuh dalam telur jumlahnya hanya 1/3 bagian dan hanya terdapat dalam kuning telur. Jika dikalkulasi banyaknya jumlah kolestrol telur adalah 186 mg dengan ukuran yang besar. Sedangkan batas maksimum konsumsi makanan yang mengandung kolestrol adalah 300 mg untuk orang sehat dan 200 mg untuk penderita diabetes melitus. Sehingga cukup aman untuk dikonsumsi 2-3 butir per minggu.



Untuk efek gatal tentu merupakan suatu phobia tersendiri. Faktanya gatal akibat mengonsumsi telur merupakan suatu hal yang sangat jarang. Apabila itu terjadi, hal itu dikarenakan konsumsi telur yang berlebih sehingga banyak protein yang terserap di tubuh dan dapat menimbulkan gatal. Seperti yang kita tahu, apapun yang dikonsumsi secara berlebih pastilah tidak baik. Selain itu, info tersebut kebanyakan dibagikan oleh penderita alergi telur. Tentu masyarakat pun semakin terdoktrin untuk menjauhi telur. Padahal orang yang tidak memiliki riwayat alergi jika mengonsumsi telur pun tidak ada efek samping apapun. Jadi masyarakat tidak perlu takut gatal-gatal lagi jika mengonsumsi telur maupun ayam.



Alasan lain kurangnya konsumsi telur dan ayam adalah masalah selera. Beberapa orang pun mengaku tidak menyukai telur maupun ayam padahal kandungan proteinnya sangat baik untuk tubuh. Jika masyarakat berani mencoba, pasti tidak akan timbul paradigma tersebut. Banyak cara untuk mengolah ayam dan telur, contohnya dicampur dengan sayur-sayuran sebagai capcay, ayam geprek mozzarella, dsb.



Selain itu faktor diet juga merupakan pemicu turunnya konsumsi ayam dan telur. Jika ditelurusi lebih lanjut, bertambahnya berat badan adalah akibat dari lemak yang menumpuk di tubuh. Sedangkan komposisi ayam dan telur sebagian besar adalah protein. Tentu alasan yang sangat tidak masuk akal kalau mengonsumsi ayam dan telur akan menaikkan berat badan.

Nah, sudah tahu fakta yang sebenarnya kan? Sekarang lanjut, kenapa sih kita harus mengonsumsi ayam dan telur? Tentu karena kandungan gizinya yang baik untuk tubuh terutama kandungan protein yang cukup tinggi. Namun selain protein, terdapat beberapa zat lain yang baik untuk tubuh. Berikut ini adalah kandungan gizi telur dan ayam.

Kandungan Gizi Telur
# Zat besi (Fe) Membawa oksigen untuk sel, membantu mencegah anemia (kurang darah merah). Zat besi yang ada dalam telur merupakan zat besi yang sangat mudah diserap oleh tubuh.
# Vitamin A Membantu menjaga kesehatan kulit dan jaringan mata serta membantu penglihatan pada waktu malam.
# Vitamin D Memperkuat tulang dan gigi, dapat juga membantu mencegah terjadinya kanker dan penyakit- penyakit auto imun.
# Vitamin E Merupakan antioksidan yang berperan penting dalam menjaga tubuh tetap sehat ddan mencegah penyakit.
# Vitamin B12 Membantu mencegah serangan jantung Folat Membantu menghasilkan dan merawat sel baru.
# Protein Bahan baku untuk membuat dan memperbaiki otot, organ, kulit, rambut, dan jaringan tubuh lainnya. Protein dalam telur dapat dengan mudah diserap tubuh.
# Selenium Bekerja bersama vitamin E sebagai ontioksidan untuk mencegah rusaknya jariangan tubuh.
# Kolin Berperan penting dalam pertumbuhan dan fungsi otak.

Kandungan Gizi Ayam
Setiap 100 gram daging ayam mengandung :
# Air 74 %
# Protein 22 %
# Kalsium (Ca) 13 miligram
# Fosfor (P) 190 miligram
# Zat besi (Fe) 1,5 miligram
# Vitamin A, C dan E
# Lemak tidak jenuh

Berdasarkan paparan di atas, jelas sekali bahwa telur dan ayam sangat baik untuk dikonsumsi secara rutin. Selain menyehatkan juga membuat otak semakin cerdas. Dimulai dari sekarang, cobalah untuk menghilangkan paradigma-paradigma yang membuat kita enggan untuk mengonsumsi telur dan ayam. Semakin kita terpaku dalam isu tidak mendasar, semakin kecil pula peluang kita untuk memulai gaya hidup sehat. Alhasil asupan nutrisi yang baik untuk tubuh pun semakin minim dan menyebabkan kinerjanya kurang maksimal.

Setelah mengetahui manfaatnya, sekarang kita beranjak ke tips-tips memilih telur dan ayam yang masih segar. Walaupun kandungan ayam dan telur sangat baik, tapi kalau kondisinya tidak segar kan juga percuma. Untuk telur, pertama-tama bisa dilihat dari warnanya. Telur yang baik biasanya berwarna pekat dan cerah dengan ukuran yang normal. Dari segi tekstur biasanya terdapat bitnik-bintik putih dan sedikit kasar. Selain itu dapat pula dicium aromanya. Jika tercium bau busuk maka dapat dipastikan dalamnya juga busuk. Cara lain adalah dengan mengguncang telur secara perlahan, merendam dalam air, dan memecahkannya dalam sebuah wadah. Telur dengan kondisi baik pasti tidak akan berbunyi jika diguncang, tenggelam dalam air, dan kondisi putih telurnya yang masih kental setelah dipecahkan.

Sedangkan ciri-ciri daging ayam yang baik adalah berwarna putih-kekuningan cerah yang berarti tidak gelap, tidak pucat, tidak kebiruan, dan tidak terlalu merah. Khusus untuk warna kulit ayamnya adalah berwarna putih-kekuningan, cerah, mengkilat dan bersih. Apabila disentuh, daging terasa lembab dan tidak lengket serta tidak terlalu kering. Dari segi bau tidak terindikasi bau yang menyengat, amis, serta busuk. Konsistensi otot dada dan paha kenyal serta elastis. Dapat dikatakan strukturnya tidak lembek. Untuk bagian dalam karkas dan serabut otot ayam, biasanya berwarna putih agak pucat. Sedangkan kondisi pembuluh darah di leher dan sayapnya kosong atau tidak ada sisa-sisa darah.

Bagaimana? Sudah tertarik kan untuk mengonsumsi ayam dan telur? Pasti yakinlah, kan bagus untuk kesehatan dan kecerdasan. Apalagi sudah tahu tips-tips memilih telur dan ayam yang masih segar. Dijamin mulai detik ini langsung ke pasar untuk memborong semua telur dan daging ayam. Oh iya, bagi yang tertarik dengan perkembangan ayam dan telur khususnya di Indonesia, langsung saja bergabung dengan Pinsar Indonesia. Pinsar Indonesia ini merupakan kepanjangan dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia. Baru tahu kan kalau ayam dan telur ternyata diperhatikan dan ditelaah sedemikian rupa?

Dalam waktu dekat ini Pinsar Indonesia akan memperingati HATN atau Hari Ayam dan Telur Nasional yang jatuh pada tanggal 15 Oktober. Puncak acara tersebut rencananya akan dilaksanakan di dua tempat yaitu Lombok dan Jakarta pada tanggal 1 Oktober. Selain memperingati HATN, Pinsar ternyata juga berkolaborasi dengan International Egg Commision (IEC) untuk memperingati World Egg Day yang diperingati pada minggu ke dua bulan oktober. Tentu acara ini sangat bermanfaat karena dapat memberikan wawasan lebih tentang perkembangan produk unggas khususnya ayam maupun telur. Selain itu akan diadakan pula aksi sosial, penyuluhan gizi, dan berbagai acara menarik dengan tema “Ayam dan Telur Makanan Kita Semua.” Yuk ikutan acaranya, dijamin seru, berfaedah, dan cocok untuk segala usia.