August 2, 2017

SINETRON INDONESIA TIDAK BERMUTU?

Hai blog, mau cerita nih. Saya mau beropini tentang sinetron Indonesia. Sejujurnya saya juga bingung kenapa ingin menceritakan topik ini. Padahal dari dulu agak gimana gitu kalau diajak ngobrol sinetron Indonesia.

Yasudahlah. Setiap ada tulisan pasti ada latar belakangnya. Jadi gini, sekarang saya itu suka sinetron Indonesia yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta (baca:RCTI). Hal ini dikarenakan adek saya yang suka banget sama sinetron. Padahal cowok, kan gimana gitu ya. Setiap hari saya tak berhenti menghujat. Eh ternyata malah saya sendiri yang ketagihan. Mungkin ini yang dinamakan karma. Oyeah.

Sinetron yang bikin saya tertarik itu adalah dunia terbalik dan hati memilih. Hahay. Dalam hati, "mampus, image gue jatoh". Buat para pemirsa yang suka menghujat sinetron Indonesia, jangan songong dulu. Ini hanyalah opini saya saja. Siapa tahu nanti kalian pada ketagihan dan jatuh cintong sama sinetron.

Jadi gini, banyak yang bilang kalau sinetron itu merupakan tontonan kelas bawah sampai menengah. Hal ini dikarenakan banyak ibu-ibu di kampung pada ngobrolin sinetron sampai gemes-gemes manja sama pemeran antagonisnya. Alhasil banyak banget kaum urban metropolitan yang jaga jarak sama yang namanya sinetron. Takut levelnya turun kali ya kalau nonton sinetron. Intinya gengsi, haha.
Selain itu, sinetron Indonesia itu tidak bermutu. Mengapa? Karena alur ceritanya itu itu saja. Dari jaman saya masih netek sampai udah mau wisuda, klimaksnya sama. Kalau beda paling artisnya aja. Yang tahun 90-an jadi peran utama, sekarang jadi emaknya. Ya gitu aja terus. Oh iya, banyak pula yang bilang kalau sinetron Indonesia itu tidak mendidik. Mungkin karena adegan pacaran yang blak-blakkan dan juga baju minim super ketat anak sekolahan. Yah emang sangat tidak mendidik sih. Berdasarkan hal-hal tersebut saya pun juga sempat anti banget sama sinetron Indonesia.

Tapi belakangan ini saya tersadar.  Sinetron itu tak sepenuhnya jelek, kampungan, merusak moral, dan gak kreatif alur ceritanya. Secara tidak langsung, beberapa sinetron Indonesia itu memiliki pesan moral yang sangat jos. Seperti asas gotong royong dan juga kehidupan sederhana nan merakyat. Bukankah hal tersebut merupakan identitas Indonesia yang sudah berangsur-angsur menghilang? So, hal ini bisa jadi pelajaran buat kaum metropolitan. Ya kan?

Tidak hanya itu, menonton sinetron Indonesia juga termasuk sikap nasionalis dan cinta tanah air. Darimana coba? Sinetron itu merupakan karya anak Indonesia. Dari sinetronlah bibit-bibit seniman lahir. Walaupun tidak mutlak, tapi menyumbanglah. Dengan menonton sinetron, kita turut mendukung kemajuan Industri Kreatif di Indonesia. Bukankah kita juga bangga kalau akhirnya sinetron Indonesia juga digemari orang luar. Seperti drama korea. Kan kece ya.

Akhir kata, saya sebenarnya juga gak terlalu fanatik sama sinetron Indonesia. Hanya ingin berbagi opini saja bahwa nonton sinetron itu gak ada salahnya. Buang jauh-jauh rasa gengsi dan dukung terus karya-karya seniman Indonesia. Oh iya kalau nonton sinetron itu diusahakan pilih-pilih ya. Yang layak mangga disupport, yang nggak dikritik aja. Biar ntaaaps.

No comments:

Post a Comment

Thanks for your comments!