August 11, 2017

KONSISTEN : CERITA LAMA YANG DIREVISI ULANG

Mari berbicara tentang konsistensi. Sejujurnya, ini adalah masalah terbesar dalam hidup saya selain malas. Sifat yang identik dengan rutinitas ini rupanya sangat bertolak belakang dengan diri saya. Namun, lambat laun sifat ini perlu disingkirkan agar "syukur" pun tertanam dalam diri.

I realize that consistence is the important thing to make everything better "especially to reconstructs ma damn life". Sudah tertanam jauh di tahun-tahun yang lalu. Namun keadaan tetap begini. Menyepelekan hal penting yang namanya konsisten. Kadang suka sebal sama diri sendiri.

Berubah? Sudah berulang kali bertekad. Dijalankan cuma bertahan beberapa hari, setelah itu? They had gone. Ini bukan keluhan, cuma ungkapan terpendam. Menjadi konsisten rupanya sebuah perjuangan. Perjuangan di dalam zona nyaman. Butuh tekad yang sangat kuat khususnya buat orang yang berantakan.

Terkadang saya iri dengan orang yang terlahir konsisten. Mereka begitu mantap dan enteng sekali dalam mengulang-ulang setiap adegan tanpa mual sedikit pun. Selain itu, mereka yang bawaannya konsisten dari lahir ini pasti cenderung menghargai proses. Suatu kebanggaan sederhana yang sangat berharga.

Ingin mencoba kembali? Iya. Karena konsisten itu langka, konsisten itu sangat berguna, konsisten itu bisa menghantarkan saya untuk meraih mimpi-mimpi yang selama ini tertunda. Bodoh memang, kenapa tidak dari dulu saja.

Mari berkonsisten. Sebuah perubahan dimulai dari niat. Sebuah kebiasaan akan terbentuk saat dilakukan berulang-ulang selama tiga bulan. Semangat. Orientasi sekarang ini bukanlah hasil melainkan proses. Karena saya yakin, proses dalam usaha takkan mendustakan hasil. Let's make a change! Be consistence!

No comments:

Post a Comment

Thanks for your comments!