September 4, 2016

PENGALAMAN KULIAH DI POLITEKNIK STTT BANDUNG


Sudah setahun lebih beberapa hari saya kuliah di Politeknik STTT Bandung. Dulu namanya adalah STTT Bandung yang kepanjangan adalah Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung. Politeknik STTT Bandung ini adalah sebuah perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Perindustrian. Baru dengar ya? Jujur saya juga iya.

Tidak seperti kampus kedinasan lainnya, Politeknik STTT ini sistemnya sama seperti universitas. Jadi kita tidak perlu memakai seragam dinas. Menyenangkan bukan? Untuk biayanya sendiri juga cukup terjangkau karena sebagian dananya telah disubsidi oleh pemerintah. Kurang lebih tiga juta dua ratus ribu rupiah (Ini yang membuat saya betah, haha). Semua dipukul rata tidak bergantung pada gaji orang tua. Untuk mahasiswa yang kurang mampu, kampus ini juga menyediakan beasiswa yang berasal dari alumni IKA-STTT dan perusahaan-perusahaan lainnya. Teman sekelas saya ada yang kesulitan untuk membayar kuliahnya. Kemudian ia mengajukan beasiswa dan sampai sekarang ia tidak perlu membayar uang kuliah lagi. Selain beasiswa di atas, ada juga beasiswa TPL (Tenaga Penyuluh Lapangan). Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa berprestasi dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah. Nah, enaknya beasiswa ini adalah tidak perlu membayar uang kuliah persemester selama 4 tahun. Teman saya seperti itu. Ditambah uang saku perbulan pula. Kan lumayan. Setelah lulus nanti, ia ditempatkan di daerah asalnya masing-masing dan menjadi PNS selama dua tahun. Setelah itu, suka-suka dialah mau jadi apa. He he. Oh iya, karena saya kurang paham, bagi yang berminat, langsung check di website kemenperin langsung, soalnya beasiswa ini diselenggarakan pra masuk kuliah.

Oke, saya di sini tidak promosi. Saya hanya berbagi pengalaman saja. Untuk sistem perkuliahannya mungkin sedikit berbeda. Karena di saat universitas lain ujian, kita leha-leha. Saat universitas lain libur, kita sibuk mikir ujian. Saat universitas lain mulai kuliah lagi, kita libur. Istilahnya ngaretlah. Dan untuk mahasiswa luar bandung yang belum memesan tiket kereta, dipastikan shock berat karena pengumuman akademik yang mendadak. Seperti yang saya alami selama setahun ini.

Sama seperti universitas lain, mahasiswa wajib mengisi KRS (Kartu Rencana Studi). Enaknya di sini, kalau mendapatkan IP (Indeks Prestasi : seperti nilai rapor) cumlaude (3.5 keatas), maka kita boleh mengambil mata kuliah lebih dari normal. Jatahnya sih biasanya 20 SKS untuk yang normal. Menyenangkan bukan? Jadi bisa cepat lulusnya. Tapi perlu dipertimbangkan juga sih. Jangan kayak saya, ngambil 29 SKS seenak jidat dan ternyata matkulnya itu lumayan sangar. Kebetulan matkul yang saya ambil adalah matkul semester 7 dan saling berkesinambungan dengan matkul semester sebelumnya. Modyar gan. Belajar dua kali.

Untuk jurusan yang disediakan di kampus ini ada 4 yaitu, Teknik Tekstil, Kimia Tekstil, Produksi Garment, dan Fashion Design. Sedikit yah? Ha haa. Namanya juga kampus perindustrian, jadi ya fokus ke tekstil saja. Semuanya oke kok, karena sudah terakreditasi A. Karena basicnya tekstil, jadi ilmu yang kita pelajari juga mengacu ke tekstil. Kalau saya kebetulan mengambil jurusan Kimia Tekstil (Jujur, saya bingung kenapa bisa mendaftar jurusan ini, lain kalilah saya ceritakan). Untuk tugas, jangan ditanya. Bersiaplah menghadapi seonggok laporan dan jurnal. Kalau laporan saya, H-beberapa jam deadline baru dikerjakan. Tulis tangan pula. Sumpah, kempor dah. Tenang saja, selama perkuliahan banyak fasilitas yang didapatkan walaupun gedungnya adalah gedung tua. Maklum, sudah berdiri sejak jaman belanda. Fasilitas pendukung pembelajaran di sini berupa mesin-mesin standar perusahaan untuk teknik, laboraturium standar untuk kimia, mesin jahit standar industri dan lab autocad untuk produksi garment serta factory outlet untuk fashion design.

Untuk kegiatan mahasiswa bagaimana? Tenang dijamin Anda tidak akan kecewa, karena banyak sekali UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada. Mulai dari olahraga sampai seni rupa. Tinggal memilih saja. Kalau lebih suka organisasi, ada Himpunan dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Himpunan di sini ada tiga, yaitu HIMATEKS (Himpunan Mahasiswa Teknik Tekstil), HIMAKIT (Himpunan Mahasiswa Kimia Tekstil), dan HMBJT (Himpunan Mahasiswa Barang Jadi Tekstil). Kalau bosan ikut kegiatan dalam kampus, bisa ikut eksternal kampus seperti FLMPI (Forum Lembaga Mahasiswa Perindustrian Indonesia), Menwa (Resimen Mahasiswa), Kelometal (Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam), dsb. Dijamin tidak akan gabut.

Oh ya, ada suatu sistem unik di kampus saya ini. Karena perangkatan jumlahnya hanya tiga ratusan, maka dibentuklah ketua angkatan. Ketua angkatan ini berfungsi untuk menggerakkan mahasiswa. Saya di sini tergabung dalam angkatan 2015. Namanya adalah TEXTURE. Entah, saya lupa apa kepanjangannya, yang penting itulah. Nah, angkatan saya ini punya kakak asuh yaitu angkatan 2012. Namanya adalah ELASTIS. Fungsinya? Ya mengasuhlah. Ha ha. Oke, saya perkenalkan nama perangkatan di Politeknik STTT ini. Yang saya tahu angkatan 2011 namanya BETON, 2012 namanya ELASTIS, 2013 namanya KASTIL, 2014 namanya ATLAS, dan 2015 namanya TEXTURE. Untuk 2016 saya masih belum tahu.

Untuk event kampus, lumayan padat. Karena setiap UKM, Himpunan, BEM, dan Angkatan pasti mengadakan kegiatan. Kalau UKM biasanya mengadakan kegiatan atau acara yang sesuai dengan bidangnya. Kalau Himpunan kebanyakan mengadakan seminar-seminar. Kalau BEM biasanya mengadakan demo. Ha ha. Nah, kalau event perangkatan ini ada alurnya. Untuk angkatan yang baru, atau dikenal dengan istilah maba, diharuskan untuk menggelar acara inagurasi. Sejenis welcoming party. Untuk senior, tinggal menikmati saja. Mahasiswa tingkat dua, istirahat dulu. Biasanya lebih fokus ke kegiatan internal maupun eksternal kampus. Untuk mahasiswa tingkat tiga, event yang diadakan adalah KI (Kunjungan Industri) khusus angkatannya saja. Untuk mahasiswa tingkat akhir, eventnya adalah JAMTEKS (Jambore Tekstil). Sejenis pramuka, tapi lebih hits. JAMTEKS ini digelar setelah OSMATEKS (sejenis OSPEK) untuk maba.

Kira-kira seperti itulah keadaan kampus saya. Saya tidak pernah mengira akan bergabung dengan Keluarga Besar Politeknik STTT Bandung ini. Dan selama satu tahun ini, saya memiliki pengalaman baru yang super seru. Mulai dari pengalaman asem, pahit, manis, dll. Yang paling membuat saya senang sih karena bisa berkenalan dengan barudaks OMYX yaitu teman sekelas saya. Sumpah seru pisan. Oke sekian pengalaman saya, lain kali akan saya share lagi.

16 comments:

  1. Kak, maksutnya PNS cuma 2th otu gimana kk?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Fitri, mbb ya. Jadi gini, kata teman saya yang ikut program TPL itu, dia kuliahnya gratis tidak perlu bayar uang semester selama 4 tahun. Selain itu dia juga dikasih uang saku sebulannya 1 juta. Nah, untuk program ini mahasiswanya diambil dari tiap2 daerah di Indonesia. Setelah lulus nanti, dia dikembalikan lagi di daerahnya untuk kerja jadi PNS selama 2 tahun. Klo kontraknya sudah habis, terserah mau ngapain. Soalnya orientasinya Program TPL itu juga ke kewirausahaan juga. Tapi klo kerjanya bagus selama jadi PNS itu, ya kemungkinan besar bakal jadi PNS tetap.

      Delete
  2. ohh, jadi ini bukan program kedinasan yang terikat ya? mahasiswanya tidak langsung jadi cpns?

    ReplyDelete
  3. Kak mau nanya apakah penerimaan mahasiswanya itu diutamakan dari jabar dan jakarta ya?

    ReplyDelete
  4. Kak mau tanya, kalo penerimaan mahasiswanya memang di prioritaskan yang jabar dan jakarta ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbb ya, baru buka blog. Enggak sih Rian. Soalnya aku dari Malang dan lolos jalur PMDK II. Yang penting nilainya aja sih klo mau ikut PMDK.

      Delete
  5. Kak, mau tanya kalo jalur pmdk ada biaya pendaftarannya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mustopa, 150.000 uang pendaftarannya. Info lebih lanjut bisa lihat di sini http://stttekstil.ac.id/new-students-apply/

      Delete

  6. Ohh.. yaudah kak fanny makasih infonya
    Oh ya ka, misal pmdk tahun 2017, kalo yg lulus tahun 2016 daftar pmdk masih bisa kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbb ya, bisa banget. Soalnya aku lulusan 2014 yang ikut angkatan 2015. hehee

      Delete
  7. Iya kak, ngga papa...
    ohh... ya alkhamdulillah deh kak, kalo masih bisa :v
    Btw, kaka lulusan SMA ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku lulusan SMA. Semangat, ditunggu ya jadi keluarga besar Politeknik STTT Bandung :D

      Delete
  8. Ohh...
    Iya kak, makasih semangatnya , hehe

    ReplyDelete
  9. kak prospek kerja lulus dari sana bagus ngk???
    soalnya aku lulua kimia tekstil PMDK 3
    tolong arahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo niko, aku juga kimia loh, hehe
      Klo untuk prospek kerja tergantung orangnya sih, tapi kemaren waktu wisuda diumumin 75% kakak tingkat aku udah pada kerja sebelum wisuda. hehe. soalnya di sini banyak banget perusahaan yang butuh ahli tekstil.

      Delete

Thanks for your comments!