September 3, 2016

KEUNTUNGAN TIDAK MENGIKUTI ORGANISASI

KEUNTUNGAN-TIDAK-MENGIKUTI-ORGANISASI


Ikut organisasi apa? "Aku ikut ini, ikut itu, ikut sana, ikut sini." Itu jawaban untuk orang yang aktif berorganisasi. Kalau jawaban orang yang tidak ikut organisasi? Yang pasti ya tidak ikut. Dari sini mulai muncul prasangka-prasangka terhadap orang yang tidak ikut organisasi. Dibilang apatis-lah, dibilang egois-lah, dibilang kurang gaul-lah, dibilang pecundang-lah dan lain sebagainya. Walaupun pada kenyataannya tidak semua seperti itu. Mereka, orang yang memilih untuk tidak berorganisasi juga memperhitungkan pilihannya dengan matang terutama dalam segi keuntungan. Berikut ini adalah keuntungan-keuntungan yang diperoleh saat tidak mengikuti organisasi.

1. Tidak mengganggu kuliah
Ini adalah alasan yang banyak dipilih untuk orang yang tidak ikut organisasi. Jika dinalar secara logika tentu hal ini sangat tepat. Kuliah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika kita mementingkan organisasi daripada kuliah, apakah itu bijaksana? Kasihan orang tua yang sudah membiayai dengan susah payah jika tahu kuliah anaknya keteteran. Apalagi untuk mahasiswa yang sedang merantau. So, masih pantas menyebut mereka apatis? Coba renungkan.

2. Tidak membuang waktu 
Ini alasan kedua. Pembelaan dari anak organisasi adalah, “Kalian harus bisa memanage waktu kalian, masa gitu aja tidak bisa. Kan udah mahasiswa.” Manage waktu gundulmu! Bagaimana bisa mengatur waktu jika organisasi menuntut kita untuk selalu siap 24 jam mengerahkan tenaga dan pikiran ke sana. Tidak logis bukan? Untuk yang tidak mengikuti organisasi pasti akan mempunyai banyak waktu untuk keluarga, teman, kuliah dan Tuhan. Pasti tidak akan terbebani oleh bayang-bayang tugas organisasi yang terkadang kurang penting.

3. Bisa membangun diri
Masih ada kaitannya dengan waktu. Jika tidak mengikuti organisasi berbanding lurus dengan banyaknya waktu luang, otomatis waktu tersebut dapat kita atur sedemikian rupa untuk membangun diri. Membangun skill secara pribadi baik softskill maupun hardskill. Untuk softskill sendiri digunakan untuk kerja parttime ataupun membuka bisnis kecil-kecilan sehingga dapat berinteraksi dengan baik. Untuk hardskill sendiri mungkin dengan mengikuti kursus bahasa asing atau kursus lainnya agar memiliki kemampuan yang memadahi kedepannya. Lebih berguna bukan?

4. Tidak mengeluarkan biaya
Kata siapa organisasi kerjaannya hanya kumpul-kumpul saja? Mereka juga menarik dana dari anggotanya loh. “Kan dananya sudah ada dari perguruan tinggi.” Masak sih? Coba ikut organisasi pasti ada saja iurannya. Berdasarkan pengalaman, dana dari universitas belum turun sehingga organisasi meminta iuran dengan dalih akan dikembalikan jika dananya sudah cair. Setelah cair, ternyata dana yang di ACC hanya separuh saja. Rugi bukan? Belum lagi banyak atribut yang dibeli untuk perlengkapan organisasi. Untuk itu, dengan tidak mengikuti organisasi uang bisa ditabung atau dibuat modal bisnis. Pasti lebih menguntungkan.

5. Tidak diperbudak senior
Nah, ini alasan yang bagus. Untuk siapapun yang sangat membenci senioritas, sangat disarankan untuk menjauhi apa itu organisasi. Biasanya senior organisasi ini akan memberikan banyak tugas diluar nalar dengan dalih melatih mental.  Sekarang coba pikirkan, memberi tugas dengan bobot yang luar biasa berat ditambah materi yang kurang begitu penting, apakah logis? Melatih mental seharusnya dengan diberikan materi yang mumpuni dan berguna. Selain itu tugas yang diberikan juga logis. Di sini terlihat bahwa mereka dilatih untuk menjadi pekerja. Terlebih lagi si senior hanya leha-leha karena mungkin waktu mereka masih junior juga mengalami hal yang sama. Balas dendamlah istilahnya. Untuk yang tidak ikut organisasi, saya ucapkan selamat karena Anda terbebas dari malapetaka.

6. Hidup lebih sehat
Dimana ada organisasi disitu pasti ada rapat. Tak jarang rapat tersebut menyita waktu mulai dari pulang kuliah sampai mau pergi kuliah esoknya. Selain kurang tidur pikiran mereka juga terkuras habis sehingga konsentrasi pun menurun. Belum lagi menyepelekan waktu makan sehingga timbul penyakit lambung dan lainnya. Keuntungan tidak mengikuti organisasi sudah jelas, lebih bisa mengontrol kesehatan dengan bebas.

7. Menikmati hidup
Ini yang paling membahagiakan. Untuk siapapun yang mempunyai hobby pasti akan menjauhi apa itu organisasi. Dengan tidak mengikuti organisasi, banyak hal yang bisa dilakukan. Menikmati hidup adalah yang paling nyata. Bagi yang suka travelling, akan banyak waktu untuk mengeksplor kawasan-kawasan baru sambil merasakan keindahan alam. Bagi yang suka melukis, akan banyak waktu untuk menghasilkan karya. Bagi yang suka memasak, akan banyak waktu untuk menciptakan kreasinya. Dan masih banyak cara menikmati hidup bagi orang yang tidak mengikuti organisasi.

Tidak semua yang tidak mengikuti organisasi itu buruk bukan. Seperti yang diketahui, mereka lebih produktif dalam memanage kehidupan mereka sendiri. Untuk sosialisasi, banyak juga yang tidak kesulitan. Karena orang yang tidak ikut organisasi sesungguhnya adalah orang yang lebih haus akan interaksi. Jika mereka tidak tergabung dalam pengurus maupun panitia, coba lihat, mereka selalu hadir untuk meramaikan acara. Selain itu, juga aktif dalam kegiatan-kegiatan lain tanpa orang lain tahu. Jadi untuk kalian yang memutuskan untuk tidak ikut organisasi, semoga menjadi pilihan terbaik. Jangan lupa bahagia ya!

No comments:

Post a Comment

Thanks for your comments!